Tanggal 2 sampai dengan 13 Desember 2019 ini tengah diadakan Konferensi Perubahan Iklim PBB COP25 di Madrid. Permasalahan krisis akibat perubahan iklim semakin dianggap serius oleh para pemimpin politik dan diplomat. Mereka bertemu di Madrid selama dua pekan untuk melakukan perundingan di tengah meningkatnya krisis iklim.

Pertemuan tersebut memiliki tujuan untuk meningkatkan ambisi dan dorongan kepada semua negara untuk meningkatkan komitmen nasional mereka untuk mengurangi emisi.
Perubahan iklim telah menyebabkan jutaan orang di Afrika menghadapi kelaparan. Organisasi Save the Children menyebut, 33 juta orang berada pada tingkat darurat kerawanan pangan akibat topan dan kekeringan.
Suhu permukaan rata-rata dunia meningkat dengan cepat karena aktivitas manusia yang menyebabkan gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2). Gas-gas ini memerangkap panas di atmosfer, mirip seperti atap kaca rumah kaca.
Melihat perkembangan tersebut, Waktunya hidup sehat! Berbagai kesiapan tubuh untuk meproteksi diri mestinya mulai dilakukan.
Inilah buah ajaib, penangkal dampak cuaca ekstrem.